Jakarta, 1 September 2026 – Perry Warjiyo menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan khusus kepada Destry Damayanti setelah DPR RI resmi mengesahkannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa, 1 September 2026. Destry mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi tertinggi di bank sentral Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, DPR juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode yang sama. Perry menyampaikan harapannya agar jajaran pimpinan baru mampu melanjutkan mandat BI di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi berbagai gejolak.
Pesan utama Perry kepada Destry dan jajaran Dewan Gubernur baru berkaitan dengan dua hal penting, yakni menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Perry berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat pelaksanaan mandat BI ketika perekonomian global masih diwarnai ketidakpastian. Stabilitas nilai tukar, inflasi, sistem keuangan, serta kondisi moneter menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian dalam periode mendatang. Menurut Perry, tantangan global yang masih berlangsung membuat kebijakan bank sentral perlu dijalankan dengan cermat dan konsisten. Pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan dari mantan Gubernur BI kepada penerusnya setelah ia mengakhiri masa jabatan pada 2026.
Perry juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Bank Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama memimpin bank sentral. Ia diketahui menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018 hingga akhirnya mengundurkan diri pada Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri Perry kemudian membuat Destry yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior menjalankan tugas sebagai pejabat gubernur sementara. Pemerintah secara resmi menerima pengunduran diri Perry pada 27 Juli 2026 dan menunjuk Destry untuk menjalankan tugas gubernur sementara sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah melalui proses pencalonan dan uji kepatutan di DPR, Destry akhirnya mendapatkan persetujuan untuk menjadi gubernur definitif.
Bagi Destry, amanat sebagai Gubernur BI datang ketika perekonomian Indonesia menghadapi situasi yang cukup kompleks. Ketidakpastian ekonomi global masih tinggi dan perkembangan pasar keuangan internasional dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar maupun arus modal. Destry sebelumnya telah menegaskan bahwa stabilitas akan tetap menjadi prioritas dalam arah kebijakan BI. Namun, ia juga menyatakan bahwa bank sentral perlu menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi selama hal tersebut tetap sejalan dengan upaya menjaga stabilitas. Pendekatan tersebut menunjukkan adanya keinginan untuk menjaga kesinambungan kebijakan sebelumnya sambil menyesuaikannya dengan kondisi ekonomi yang berkembang.
Destry juga menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal pemerintah. Menurutnya, ketika pemerintah menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif, komunikasi dengan BI perlu diperkuat agar kedua kebijakan dapat berjalan secara seirama. Koordinasi tersebut dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan dan kewajiban mempertahankan stabilitas ekonomi. Di sisi lain, Destry juga telah menegaskan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia meskipun kerja sama dengan pemerintah dan lembaga negara akan diperkuat. Tantangan tersebut menjadi salah satu pekerjaan utama yang harus dihadapi kepemimpinan baru BI selama periode 2026-2031.
Pengangkatan Destry juga memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya Bank Indonesia akan dipimpin oleh seorang perempuan secara definitif. Destry sebelumnya telah berada di lingkungan Dewan Gubernur BI sejak 2019 sebagai Deputi Gubernur Senior sehingga memiliki pengalaman cukup panjang dalam menjalankan kebijakan bank sentral. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia harus memimpin BI menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan. Pasar dan pelaku usaha kini akan mencermati bagaimana Destry menerjemahkan komitmennya terhadap stabilitas dan pertumbuhan ke dalam kebijakan konkret. Kesinambungan kebijakan menjadi perhatian karena perubahan kepemimpinan terjadi setelah Perry mengundurkan diri di tengah masa jabatan keduanya.
Setelah keputusan DPR tersebut, Destry dan jajaran Dewan Gubernur baru akan segera memasuki tahap berikutnya sebelum menjalankan tugas secara penuh. Pengucapan sumpah jabatan dijadwalkan berlangsung di Mahkamah Agung pada Rabu, 2 September 2026. Setelah itu, pembagian bidang dan tanggung jawab masing-masing anggota Dewan Gubernur akan dilakukan agar struktur kepemimpinan baru dapat segera bekerja. Destry menyatakan kebijakan yang masih relevan dari periode sebelumnya akan dilanjutkan, tetapi penyesuaian tetap diperlukan sesuai perkembangan ekonomi. Dengan pesan Perry mengenai pentingnya stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan, kepemimpinan baru BI kini menghadapi tantangan untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung perekonomian nasional.