Mataram, 24 September 2026 – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan sekitar 4.000 kamar hotel untuk memenuhi kebutuhan akomodasi wisatawan dan penonton MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika. Ribuan kamar tersebut tersebar di berbagai hotel berbintang maupun nonbintang di wilayah Mataram. Pemerintah kota memastikan sektor perhotelan siap menerima peningkatan kunjungan menjelang penyelenggaraan balapan internasional tersebut. Ketersediaan akomodasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran agenda MotoGP di Lombok.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan sekitar 4.000 kamar yang tersedia berasal dari kurang lebih 150 hotel di kota tersebut. Kapasitas itu diharapkan dapat menjadi alternatif akomodasi bagi penonton yang tidak mendapatkan penginapan di sekitar kawasan Mandalika. Mataram selama ini menjadi salah satu daerah penyangga utama penyelenggaraan berbagai ajang internasional di Lombok Tengah. Jarak menuju kawasan Mandalika yang masih dapat ditempuh melalui jalur darat membuat hotel di Mataram menjadi pilihan bagi pengunjung.
Tingkat pemesanan kamar juga mulai mengalami peningkatan menjelang pelaksanaan MotoGP. Dispar Mataram mencatat tingkat hunian hotel sementara berada di kisaran 50 hingga 60 persen dan diperkirakan terus meningkat mendekati hari perlombaan. Pengalaman penyelenggaraan MotoGP pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pemesanan kamar biasanya melonjak ketika jadwal balapan semakin dekat. Pemerintah kota karena itu meminta pelaku industri perhotelan menjaga kesiapan fasilitas dan kualitas pelayanan.
Selain kamar hotel, kesiapan sumber daya manusia menjadi perhatian pemerintah daerah. Pengelola hotel, restoran, dan usaha pariwisata lainnya didorong memberikan pelayanan sesuai standar agar pengunjung memperoleh pengalaman yang baik selama berada di Mataram. Kebersihan lingkungan, keamanan, kenyamanan kamar, hingga pelayanan terhadap tamu menjadi sejumlah aspek yang perlu dijaga. Penyelenggaraan MotoGP dipandang sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kualitas layanan pariwisata Mataram kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dispar Mataram juga mengingatkan pelaku usaha agar menjaga kewajaran tarif kamar selama periode MotoGP. Lonjakan permintaan akomodasi memang dapat memengaruhi harga, tetapi penetapan tarif diharapkan tetap mempertimbangkan kualitas fasilitas dan pelayanan yang diberikan. Pemerintah ingin wisatawan tetap mendapatkan pilihan penginapan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Stabilitas harga dinilai penting untuk mempertahankan citra Mataram sebagai salah satu pusat akomodasi wisata di Pulau Lombok.
Keberadaan sekitar 4.000 kamar memberikan keuntungan tersendiri bagi Mataram karena dampak ekonomi MotoGP tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Mandalika. Wisatawan yang menginap di Mataram berpotensi meningkatkan transaksi di restoran, pusat oleh-oleh, transportasi, tempat hiburan, dan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah. Perputaran ekonomi tersebut diharapkan berlangsung sejak beberapa hari sebelum balapan hingga setelah rangkaian MotoGP berakhir. Pemerintah daerah melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperluas manfaat ekonomi dari kegiatan olahraga internasional.
Mataram juga memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan jasa di NTB. Ketersediaan berbagai kelas hotel memungkinkan pengunjung memilih akomodasi mulai dari penginapan sederhana hingga hotel berbintang. Selain itu, wisatawan dapat mengakses berbagai destinasi kuliner dan pusat perdagangan selama menginap di kota tersebut. Kondisi ini menjadi nilai tambah ketika jumlah wisatawan ke Lombok meningkat selama periode MotoGP.
Pemerintah daerah mendorong pelaku industri pariwisata memanfaatkan momentum MotoGP untuk mempromosikan destinasi lain di Mataram dan sekitarnya. Wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menyaksikan balapan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dengan mengunjungi destinasi wisata dan menikmati produk ekonomi kreatif lokal. Semakin panjang masa tinggal wisatawan, semakin besar pula potensi pengeluaran yang masuk ke sektor pariwisata daerah. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya agar dampak MotoGP dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas wisatawan dari Mataram menuju Mandalika. Arus kendaraan menuju kawasan sirkuit biasanya meningkat signifikan pada hari latihan, kualifikasi, dan balapan utama. Pengaturan transportasi, lalu lintas, serta informasi perjalanan menjadi bagian yang perlu dipersiapkan bersama. Kelancaran akses akan membantu wisatawan yang memilih menginap di Mataram tetap dapat mencapai lokasi balapan sesuai jadwal.
Dengan kapasitas sekitar 4.000 kamar, Pemerintah Kota Mataram menyatakan siap menjalankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga MotoGP Indonesia 2026. Tingkat hunian diperkirakan terus meningkat seiring mendekatnya jadwal perlombaan dan kedatangan wisatawan dari berbagai daerah maupun luar negeri. Pemerintah berharap momentum tersebut memberikan dampak langsung terhadap hotel, restoran, transportasi, UMKM, dan sektor ekonomi kreatif. Kesiapan akomodasi dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting agar pengunjung memperoleh pengalaman positif selama berada di Lombok.