Seoul, 16 September 2026 – Persib Bandung membuat kejutan dalam susunan pemain saat menghadapi FC Seoul pada laga perdana Grup E AFC Champions League Two 2026-2027 di Seoul World Cup Stadium, Rabu. Pelatih Igor Tolic memilih pendekatan berbeda dengan menurunkan lima pemain yang memiliki karakter bertahan sejak menit pertama. Teja Paku Alam dipercaya menjaga gawang, sementara Eliano Reijnders, Gabriel Donatien Kupa, Julio Cesar, Kakang Rudianto, dan Patricio Matricardi menjadi bagian dari struktur pertahanan Maung Bandung. Komposisi tersebut memperlihatkan perhatian besar Persib terhadap kekuatan serangan tuan rumah. Tolic juga melakukan sejumlah rotasi setelah timnya menjalani pertandingan berat di kompetisi domestik beberapa hari sebelumnya. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 17.00 WIB.
Di sektor tengah, Persib memberikan kepercayaan kepada Adam Alis dan kapten Marc Klok. Keduanya mempunyai tugas penting menjaga keseimbangan sekaligus membantu tim keluar dari tekanan FC Seoul. Klok kembali mendapatkan tempat sebagai starter setelah sebelumnya sempat mengalami masalah kebugaran pada awal musim. Sementara Adam Alis dibutuhkan untuk memberikan energi dalam perebutan bola dan membantu transisi. Pilihan tersebut membuat Thom Haye tidak dimainkan sejak menit pertama. Gelandang Timnas Indonesia itu tersedia dari bangku cadangan dan dapat menjadi alternatif ketika Persib membutuhkan perubahan permainan.
Igor Tolic juga membuat keputusan menarik dengan menurunkan Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, dan Balsa Sekulic untuk mengisi sektor serangan. Ketiganya diharapkan dapat memanfaatkan ruang ketika FC Seoul menaikkan banyak pemain. Ragnar mempunyai kemampuan bergerak dari area sayap menuju tengah, sedangkan Menalo dapat menggunakan kecepatannya untuk membantu transisi. Balsa Sekulic menjadi pilihan utama di lini depan setelah Persib tidak dapat memainkan Uilliam Barros. Kombinasi tersebut membuat Maung Bandung tetap mempunyai ancaman meskipun menggunakan struktur yang relatif defensif.
Susunan sebelas pemain pertama Persib terdiri dari Teja Paku Alam, Eliano Reijnders, Gabriel Donatien Kupa, Julio Cesar, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Adam Alis, Marc Klok, Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, dan Balsa Sekulic. Komposisi ini berbeda dari prediksi sebelum pertandingan yang memperkirakan Persib akan menggunakan pola empat pemain belakang. Keputusan menempatkan lima pemain dengan karakter bertahan memberikan fleksibilitas kepada Tolic untuk mengubah struktur selama pertandingan. Eliano dapat bergerak lebih tinggi ketika Persib menguasai bola, sementara pemain lainnya menjaga keseimbangan di belakang. Sistem tersebut juga memungkinkan Maung Bandung membentuk blok pertahanan yang lebih rapat ketika kehilangan bola.
Rotasi menjadi pilihan yang cukup masuk akal mengingat Persib menghadapi jadwal padat. Sebelum terbang ke Korea Selatan, Maung Bandung baru saja menghadapi Persija Jakarta pada 12 September 2026 dan kalah dengan skor 1-2. Pemain kemudian hanya mempunyai waktu singkat untuk memulihkan kondisi sekaligus menjalani perjalanan internasional. Tolic sebelumnya menegaskan dirinya akan melihat pemain yang benar-benar sehat dan pulih sebelum menentukan komposisi untuk menghadapi FC Seoul. Faktor kebugaran akhirnya terlihat mempunyai pengaruh terhadap susunan pemain. Persib membutuhkan pemain yang mampu mempertahankan intensitas ketika menghadapi tim dengan ritme kompetitif tinggi.
Absennya Uilliam Barros juga membuat lini depan harus mengalami perubahan. Penyerang tersebut tidak dapat dimainkan karena masih menjalani hukuman kartu merah yang diperolehnya pada ACL Two musim sebelumnya. Persib juga datang tanpa Danijel Loncar, sementara kondisi beberapa pemain lainnya menjadi perhatian setelah pertandingan melawan Persija. Situasi tersebut membuat Tolic harus memaksimalkan kedalaman skuad yang tersedia. Balsa Sekulic akhirnya mendapatkan tanggung jawab besar sebagai ujung tombak. Kemampuannya mempertahankan bola dapat membantu Persib ketika harus keluar dari tekanan tuan rumah.
Keputusan mencadangkan Thom Haye dan Mariano Peralta turut menjadi perhatian. Kedua pemain mempunyai kemampuan membantu Persib mengendalikan penguasaan bola dan membangun serangan. Namun, Tolic tampaknya memilih keseimbangan fisik dan struktur pertahanan untuk mengawali pertandingan. Kehadiran keduanya di bangku cadangan justru memberikan opsi penting ketika Maung Bandung membutuhkan perubahan pada babak berikutnya. Tolic dapat meningkatkan kreativitas lini tengah atau menambah daya serang tanpa harus mengubah terlalu banyak pemain. Kedalaman skuad menjadi faktor penting dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti laga tandang di Korea Selatan.
Di sisi lain, FC Seoul juga menghadapi pertandingan dengan agenda domestik yang padat. Pelatih Kim Gi-dong sebelumnya membuka kemungkinan melakukan rotasi setelah sejumlah pemain utamanya tampil penuh ketika menghadapi Jeonbuk Hyundai Motors. Meski demikian, Persib tidak dapat menganggap kekuatan tuan rumah menurun hanya karena adanya perubahan komposisi. FC Seoul mempunyai kedalaman skuad dan pemain muda yang dapat bermain dengan intensitas tinggi. Wakil Korea Selatan tersebut juga mempunyai keuntungan tampil di depan pendukung sendiri. Persib karena itu membutuhkan disiplin tinggi sejak awal pertandingan.
Penggunaan lima pemain bertahan dapat membantu Persib menghadapi kecepatan FC Seoul dari kedua sisi lapangan. Ketika tuan rumah menguasai bola, Eliano dan pemain di sisi lainnya dapat turun sehingga Persib membentuk garis pertahanan yang lebih padat. Adam Alis dan Klok kemudian bertugas menutup ruang di depan lini belakang. Struktur tersebut bertujuan membuat FC Seoul kesulitan mendapatkan ruang di area sentral. Namun, Persib juga harus menghindari situasi ketika seluruh pemain terlalu dalam bertahan. Jika tekanan berlangsung terus-menerus, peluang terjadinya kesalahan dapat meningkat.
Transisi menyerang karena itu menjadi bagian penting dari racikan Tolic. Menalo dan Ragnar mempunyai karakter yang memungkinkan Persib melakukan serangan dengan cepat setelah merebut bola. Balsa dapat menjadi titik pantul sebelum pemain dari lini kedua ikut membantu serangan. FC Seoul kemungkinan akan menguasai bola dalam periode tertentu sehingga kesempatan Persib dapat muncul melalui ruang yang ditinggalkan ketika tuan rumah menyerang. Akurasi umpan pertama setelah merebut bola akan sangat menentukan. Persib perlu memastikan peluang serangan balik tidak langsung terhenti akibat kehilangan penguasaan.
Pertandingan melawan FC Seoul menjadi langkah pertama Persib dalam persaingan Grup E ACL Two musim ini. Maung Bandung berada satu grup dengan FC Seoul, Melbourne Victory dari Australia, serta The Cong-Viettel dari Vietnam. Persaingan tersebut membuat setiap pertandingan tandang mempunyai nilai penting bagi peluang Persib melangkah ke fase berikutnya. Mendapatkan poin di Korea Selatan akan memberikan modal sebelum menghadapi pertandingan grup berikutnya. Namun, Tolic juga harus mengelola kondisi skuad karena agenda kompetisi domestik tetap berjalan. Rotasi dan fleksibilitas taktik kemungkinan terus menjadi bagian dari perjalanan Persib sepanjang musim.
Racikan lima pemain bertahan menjadi gambaran bahwa Igor Tolic memilih pendekatan yang disesuaikan dengan karakter lawan dan kondisi skuadnya. Teja Paku Alam berada di bawah mistar dengan Eliano Reijnders, Gabriel Donatien Kupa, Julio Cesar, Kakang Rudianto, serta Patricio Matricardi menjadi fondasi pertahanan. Adam Alis dan Marc Klok mengisi sektor tengah, sedangkan Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, serta Balsa Sekulic menjadi tumpuan serangan. Thom Haye dan Mariano Peralta disimpan sebagai opsi dari bangku cadangan. Dengan komposisi tersebut, Persib mempunyai struktur yang dapat berubah antara bertahan dan menyerang sesuai situasi pertandingan. Duel di Seoul pun menjadi ujian terhadap keberhasilan strategi Tolic dalam menghadapi salah satu lawan terberat Maung Bandung di fase grup.