Jakarta, 12 Juni 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melakukan peninjauan terhadap sejumlah fasilitas PAM JAYA sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, DPRD mendorong peningkatan kinerja perusahaan daerah, khususnya dalam menurunkan tingkat Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air serta memperluas cakupan sambungan rumah tangga. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus memperluas akses layanan bagi warga Jakarta. Peningkatan kualitas infrastruktur juga menjadi perhatian agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas operasional, sistem distribusi, serta berbagai program yang sedang dijalankan PAM JAYA dalam meningkatkan kualitas layanan. DPRD menilai bahwa penguatan infrastruktur dan modernisasi jaringan distribusi menjadi faktor penting dalam menekan tingkat kehilangan air. Selain itu, perluasan sambungan rumah tangga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini belum memperoleh akses layanan perpipaan. Evaluasi terhadap kondisi jaringan juga dipandang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Tingkat Non-Revenue Water merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur air yang diproduksi tetapi tidak tercatat sebagai pendapatan akibat kebocoran jaringan, kehilangan teknis, maupun faktor administratif. Penurunan angka NRW dinilai akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air yang tersedia. Dengan jaringan distribusi yang lebih baik, kualitas pelayanan kepada pelanggan juga diharapkan semakin meningkat. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan sistem penyediaan air bersih di Jakarta.
Selain fokus pada efisiensi distribusi, DPRD juga mendorong percepatan pembangunan sambungan rumah tangga agar semakin banyak warga memperoleh akses air bersih yang aman dan berkelanjutan. Perluasan jaringan perpipaan dinilai mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air alternatif yang belum tentu memenuhi standar kualitas. Pemerintah daerah bersama PAM JAYA diharapkan terus menyusun strategi yang mampu mempercepat pemerataan layanan tanpa mengabaikan aspek kualitas dan keberlanjutan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari target peningkatan pelayanan publik.
Sejumlah pengamat tata kelola air perkotaan menilai bahwa keberhasilan penyediaan air bersih tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan jaringan dan pemanfaatan teknologi. Sistem pemantauan kebocoran secara digital, peremajaan pipa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai dapat membantu menekan tingkat kehilangan air. Di sisi lain, edukasi kepada pelanggan mengenai penggunaan air secara efisien juga berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam mencapai target pelayanan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam melaksanakan berbagai program peningkatan layanan air bersih. Evaluasi terhadap capaian kinerja, percepatan investasi infrastruktur, serta penguatan sistem pelayanan pelanggan menjadi langkah yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Transparansi dalam pelaksanaan program juga diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan pembangunan jaringan air bersih di wilayahnya. Dengan perencanaan yang matang, target pelayanan yang lebih luas dapat diwujudkan secara bertahap.
Dorongan DPRD DKI Jakarta terhadap PAM JAYA untuk menekan angka Non-Revenue Water dan memperluas sambungan rumah tangga menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Melalui penguatan infrastruktur, modernisasi jaringan distribusi, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan akses air bersih yang andal, efisien, dan berkelanjutan dapat dinikmati oleh semakin banyak warga Jakarta.